Sabtu, 29 September 2018


Mencintai Kehilangan

                Seketika mendengar kata kehilangan, maka kita akan mudah mengartikan dengan kesedihan, keterpurukan, seakan-akan, hidup akan berakhir atas kedatangan kata kehilangan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kehilangan merupakan hal hilangnya sesuatu, menderita sesuatu karena kehilangan. Seraya meresapi kata dari arti kehilangan, kita harus berfikir sejenak. Walau diartikan dengan kata menderita, namun bukan berarti kita harus melulu merasakan penderitaan yang bertubi-tubi karena kehilangan. Kehilangan nyawa, kehilangan jiwa,  kehilangan benda yang kita sayangi, ataupun kehilangan diri kita sendiri.
            Kehilangan memang selalu membawa energi yang negatif atau kepetakaan, namun bukan berarti kita mengambil bulat-bulat seluruh kenegatifan tersebut. Ketika seorang manusia mendapatkan sebuah keburukan atau kenegatifan namun ia bisa membawanya dan mengubahnya menjadi hal yang positif, maka serentak alam semesta berdoa untuknya, semoga kebaikan selalu terlimpah untuknya dan ia menjadi lebih matang dalam menghadapi sandiwara hidup.
            Kehilangan memang bermakna menderita karena hilang, namun dibalik kokohnya dan kerasnya hati yang menderita, maka sesungguhnya ada sesuatu yang tersembunyi didalamnya, tentunya sesuatu yang baik- baik. Dengan kita diselimuti kehilangan, maka kita belajar akan sesuatu yang belum tentu kita dapatkan ketika kita mengalami kehilangan. Kita belajar cara mencintai yang tulus, menjaga dengan sepenuh hati dan ikhlas, dan belajar melepaskan, yang tidak hanya bermakna buruk, yang membuat hati selalu menderita akannya.
            Mencintai kehilangan, bukan bermakna kita harus selalu merasakan kehilangan terlebih dahulu, baru kita dapat belajar mengenai cara mencintai, menjaga, dan melepaskan. Namun, mencintai kehilangan merupakan sebuah proses kita untuk menghadapi kehilangan. Bilamna kita nantinya merasakan kehilangan, kita tidak harus resah, bingung, dan gundah namun yag kita lakukan adalah mencintainya. Karena dengan mencintai, maka apa yang kita lihat tak selalu terlihat gelap dan buntu.
            Apapun yang membuat kita beranggapan bahwa seseorang atau sesuatu itu hilang, bukan berarti kita sedang ditimpa musibah atau bencana. Mungkin dengan adaya kehilangan, merupakan sebuah kunci atau sebuah awal kita untuk mendatangkan suatu kebahagiaan dan kebaikan. Dan jalannya, harus ada sesuatu yang hilang, lalu kita mendapatkan gantinya yang lebih baik, bukan yang kita inginkan. Ikhlaskan, dan lepaskan. Maka akan datang sesuatu yang lebih baik. Ingatlah bahwa Allah yang menghilangkan dan mendatangkan. Apa yang kita lihat hilang sejatinya memang tidak seluruhnya hilang, mungkin ia tak terlihat atau hanya berpidah tempat. Jadi, belajarlah mencintai kehilangn karena sesuatunya akan terlihat lebih terang dan jelas. Karena, dengan mencintai kehilangan kita bisa lebih dekat dengan-Nya.


Aku belajar mencintai kehilangan saat aku merasa uangku tak lagi disaku, saat itu aku hanya terpaku, dan dengan mencintai kehilangan, semoga ia bisa kembali atau tenang disaku yang lain~Ngawi, 28092018

Kamis, 12 Oktober 2017

Anugerah Hujan



Merupakan sebuah kejadian alamiah yang sering terjadi di bumi. Setetes demi setetes ia tumphkan kemuka bumi demi keberlangsungan hidup umat manuisa. Tanpanya, bumi terasa hampa, tanpanya bumi merasa sakit, sakit berkepanjangan. Kekeringan, cuaca ekstrim dimulai, tanpa adanya setetes hujan yang membasahi bumi..
Agama kami mengajarkan, apabila hujan tumpah kebumi, berarti Tuhan baik terhadap kita, Tuhan sayang kepada kita, memberikan seluruh rahmat-Nya melalui hujan. Hujan penuh berkah dan rahmatnya. Oleh sebab itu, tak salah jikalau dahulu ketika kecil anak- anak sering berteriak saat hujan turun ‘Hujan! Aku minta uang’, atau ‘hujan! aku mau mainan’, karena dalam ajaran agama kami, ketika hujan sedang tumpah ke bumi, merupakan waktu yang sangat mustajab atau dapat terkabulnya doa serta harapan yang kita inginkan, namun yang baik- baik saja. Mana mungkin Tuhan mengabulkan doa yag buruk? Toh Tuhan sangat benci dengan  keburukan.
Banyak dari mereka yang menafsirkan hujan selalu berarti keburukan. Mereka berpendapat bahwa ketika hujan turun berarti langit sedang bersedih sehingga tak kuasa menahan air matanya. Namun, pada kenyataannya, hanya mereka yang memiliki hati nan sempit serta kosong yang mengartikan bahwa hujan merupakan simbolis dari kesedihan dan kesengsaraan. Sesungguhnya kita bersama apa yang kita pikirkan.
Manusia yang menafsirkan hujan sebagai lambang kebahagiaan, merupakan mereka yang selalu bersyukur dan senantiasa percaya bahwa masih ada Tuhan yang peduli atas kegundahan mereka. Mereka percaya bahwa kesedihan hanya akan hilang jika kita dekat dengan-Nya. Mereka juga percaya bahwa setiap tetesan yang ditumpahkan ke bumi mengandung makna yang penting dan terselip sebuah harapan yang apabila kita berdoa setulus hati maka permintaan itu langsung melesat menembus ‘arsy-Nya.
Percayalah, selepas hujan akan ada pelangi yang menggurat langit nan luas sebagai pengganti kegundahan bumi yang dibasahi olehnya. Hujan dicptikan bukan untuk memberi kesedihan, namun sebagai pelengkap hidup serta pendukung hidup manusia. Untuk mereka yang masih belum percaya akan hujan, yakinlah hujan yang kalian anggap sebagai kegundahan akan pergi dengan sendirinya dan tergantingkan dengan bahagia. Karena akan ada pelangi selepas hujan. ‘Inna ma’al ‘usriyus roo’...
Let’s enjoy your rain...

Anugerah Cinta



Sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada ummatnya adalah saling mencintai dan dapat mencintai sepenuh hati. Saling mencintai karena-Nya, bukan karena sebuah hawa nafsu belaka yang menjerumuskan manusia kepada duka nestapa. Adapun mereka yang dapat menahan dan melawan hawa nafsu mereka adalah mereka yang sejatinya dapat menjaga kesucian cinta mereka yang nantinya akan dipersembahkan kepada pemilik hati dan yang akan menjadi teman hidup hingga akhir hayat.
Jikalau ingin memiliki hati seseorang nantinya, maka hal yang pertama kali harus di lakukan adalah mendekati Si Pemilik Hati dari segala hati yang ada di muka bumi ini. Jangan pernah berharap mendapatkan cinta yang hakiki dan sebenar-benarnya kasih jikalau hanya memangku tangan juga dagu tanpa adanya sebuah usaha atau sebuah pergerakan yang dimulai dari dalam diri sendiri. Semuanya butuh pengorbanan.
Ada 2 macam cinta di dunia, cinta positif dan juga cinta negatif. Tidak seperti kedua kutub yang ada dibumi apabila positif dan negatif akan bertemu maka memiliki daya tarik yang begitu kuat, cinta positif dan negatif berjalan secara individual tak seirama. Cinta positif membawa kedamaian, cinta negatif membawa keresahan. Cinta positif dan negatif apabila bertemu tidak akan memiliki efeek apapun, karena keduanya telah sepakat bahwa mereka tak mungkin disatukan, mereka memiliki jalan yang berbeda, mereka tak sejalan.
Cinta positif merupakan cinta yang mengantarkan kita pada kedamaian hidup didunia maupun dialam sesudahnya. Cinta tak perlu diucap lewat lisan ataupun diumbar. Cukup kata hati saja yang tahu menahu mengenai hal ini. Karena sejatinya mereka yang lebih suka mengumbar- umbar cinta mereka adalah mereka yang tak paham akan kesucian cinta, cinta yang hakiki sesuai dengan  hati dan syari’at agama.
Lalu bagaimana dengan pacaran dan LGBT?. Cinta yang tumbuh karena pacaran merupakan hal yang dusta. Karena, itu adalah hawa nafsu yang sukar terbendung. Awalnya biasa namun berakhir dengan luar biasa, mencintai dibatas ambang kesadaran dan agama, lalu dibenci sesama manuisa dan Tuhannya. Untuk LGBT, awalnya bukan merupakan sebuah hawa nafsu, namun sebuah gangguan yang biasa dikenal dengan gangguan psikologi atau gangguan terhadapa mental dan prilaku.
Berawal dari sebuah gangguan mental ataupun prilaku yang menyebabkan akal sehat mereka juga terganggu yang berakhir pada sebuah pengkhianatan pada diri sendiri  dan Tuhan yaitu sebuah pengkhianatan fitrah yang mana setiap manusia didunia memiliki rasa cinta dan mencintai kepada lawan jenisnya karena Allah, bukan kepada lawan jenis.
Pada kenyataannya cinta yang mendasar pada 2 fenomena diatas tak layak untuk disebut sebagai ‘cinta’ namun ‘derita’. Karena menderitakan fikiran, perasaan, raga si pelaku. Bukan hanya yang melakukannya saja namun orang-orang terdekatnya juga akan muncul luka atas perbuatan negatif yang mereka perbuat.
Cinta palsu itu tak akan bertahan lama. Seperti seseorang pernah mengatakan apabila kita mencintai seseorang karena harta maka suatu saat kita akan ditinggalkan karena alasan harta, ketika kita mencintai karena fisik maka suatu saat kelak kita akan ditinggalkan dengan alasan fisik, dan ketika kita mencintai tanpa alasan dan hanya hati yang dapat bicara, maka cinta itu akan kokoh selama-lamanya hingga nanti saatnya tiba ajal menjemput. Karena hati tak pernah dusta, karena Tuhan tahu yang terbaik segalanya untuk hambanya.
Semoga kita selalu mencintai dan dicintai karena Allah, tanpa ada syarat yang mengikuti dibelakangnya, tanpa ada keharusan kita mencinta dan dicinta karena nafsu belaka. Barakallah...

Kamis, 24 Agustus 2017

Manfaat Kimchi dari segi Kesehatan (Sayuran Korea yang Difermentasikan) sebagai makanan probiotik



Kimchi merupakan makanan yang berasal dari negara Korea. Makanan ini telah dikenal di Korea sejak 2000 tahun yang lalu sebagai makanan yang di fermentasikan. Kimchi merupakan makanan tradisional yang biasa di buat dirumah dan disajikan sebagai lauk dalam makan. Rasa pada kimchi tergantung pada bahan-bahan yang digunakan, kondisi saat fermentasi berlangsung dan adanya bakteri lactic acid bacteria (LAB) yang mendukung dalam proses fermentasi.
Kimchi mengandung kadar vitamin yang tinggi, mineral, serat, dan komponen yang lainnya. Dari pembelajaran yang sebelumnya, bahwa kimchi juga mengandung antikanker, antidiabetes, antioksidan dan lain-lain
Adapun proses dari produksi kimchi di mulai dari persiapan bahan-bahan seperti menyiapkan baechu (lobak China), lalu mencuci dan menggarami baechu, setelah itu dicuci kembali dengan air dan dikeringkan selama 3 jam. Bahan campuran yang digunakan dalam Kimchi dewasa ini sangat beraneka ragam jenisnya. Bukan hanya baechu namun juga menggunakan seperti mustard, apel, pir dan lain-lain. Lalu setelah 3 jam di keringkan maka bahan-bahan di campur menjadi satu (baechu dan campuran lainnya). Setelah itu di fermentasikan dan jadilah kimchi.
            Kimchi merupakan makanan yang mengandung kalori yang rendah yaitu 18 kcal juga mengandung vitamin yang tinggi (vit. C, beta caroten, vit B kompleks), mineral (Na, Ca, K, Fe, P), serat, dan komponen lainnya. Kimchi berasal dari sayuran yang memiliki warna kuning atau hijau yang mana dapat mencegah kanker, memperlambat proses penuan, dan mencegah terjadinya sembelit dalam sistem pencernaan.
            Ketika kimchi di fermentasikan maka cita rasa dan kualitasnya akan meningkat sehingga menjadi makanan yang mengandung probiotik yang baik bagi kesehatan.


Daftar Pustaka
Park, Kun Young. Jeong, Ji-Kang. Lee, Young-Eun. W, James. 2014. Health Benefits of Kimchi (Korean Fermented Vegetables) as a Probiotic Food. JOURNAL OF MEDICINAL FOOD. 17 (1) 2014, 6–20

           



Jumat, 31 Maret 2017

Perang Batin


Perang Batin

Aku rindu memeuk bulan

Aku rindu mengelus  matahari

Aku rindu bersandar pada langit

Aku rindu mengecup bintang

          Rindu berkecamuk mencambuk hati

          Kesal  mendesak rasa dengan lihai

          Kecewa datang mendawai-dawai

          Air mata tertahan tak sadarkan

Tuhan,aku mau kembali

Pulang pada hakikatnya manusia

Batin ini tak dapat menahannya lagi

Meminta kembali pada hakikatnya

          Menjadi sebongkah hati yang baru

          Menjadi gumpalan rasa rindu yang tak ternilai

          Menjadi ruh seutuhnya

          Bebas....

Diriku: putri mendung

Dilema Perpisahan


Dilema Perpisahan


Cahaya melukiskan semburat mega merah di langit

Burung-burung saling berseru memanggil kawanannya untuk segera kembali

Angin menerpa apa saja yang ada dihadapannya

Senja kian menyapaku dengan sapaannya

                Hari akan segera berakhir

                Membuat siapa saja akan membenci hari ini

                Hari berpisah dengan hari ini

   Menyambut gembira hari esok

Tapi tidak denganku

Seseorang yang selalu merindukan hari ini dan hari lalu

Seperti kucing membenci tikus

Aku benci dengan perpisahan itu
aku:putrimendung

Senin, 13 Februari 2017

Penurunan Hemotokrit Pada Saat Adanya Luka Bakar


Penurunan Hemotokrit Pada saat Adanya Luka Bakar

EFEK PATOFISIOLOGI LUKA BAKAR

1. Pada Kulit

Perubahan patofisiologik yang terjadi pada kulit segera setelah luka bakar tergantung pada luas dan ukuran luka bakar. Untuk luka bakar yang kecil (smaller burns), respon tubuh bersifat lokal yaitu terbatas pada area yang mengalami injuri. Sedangkan pada luka bakar yang lebih luas misalnya 25 % dari total permukaan tubuh (TBSA : total body surface area) atau lebih besar, maka respon tubuh terhadap injuri dapat bersifat sistemik dan sesuai dengan luasnya injuri. Injuri luka bakar yang luas dapat mempengaruhi semua sistem utama dari tubuh, seperti :

2. Sistem kardiovaskuler

Segera setelah injuri luka bakar, dilepaskan substansi vasoaktif (catecholamine, histamin, serotonin, leukotrienes, dan prostaglandin) dari jaringan yang mengalami injuri. Substansi – substansi ini menyebabkan meningkatnya permeabilitas kapiler sehingga plasma merembes (to seep) kedalam sekitar jaringan. Injuri panas yang secara langsung mengenai pembuluh akan lebih meningkatkan permeabilitas kapiler. Injuri yang langsung mengenai membran sel menyebabkan sodium masuk dan potasium keluar dari sel. Secara keseluruhan akan menimbulkan tingginya tekanan osmotik yang menyebabkan meningkatnya cairan intracellular dan interstitial dan yang dalam keadaan lebih lanjut menyebabkan kekurangan volume cairan intravaskuler. Luka bakar yang luas menyebabkan edema tubuh general baik pada area yang mengalami luka maupun jaringan yang tidak mengalami luka bakar dan terjadi penurunan sirkulasi volume darah intravaskuler. Denyut jantung meningkat sebagai respon terhadap pelepasan catecholamine dan terjadinya hipovolemia relatif, yang mengawali turunnya kardiac output. Kadar hematokrit meningkat yang menunjukan hemokonsentrasi dari pengeluaran cairan intravaskuler. Disamping itu pengeluaran cairan secara evaporasi melalui luka terjadi 4-20 kali lebih besar dari normal. Sedangkan pengeluaran cairan yang normal pada orang dewasa dengan suhu tubuh normal perhari adalah 350 ml.

Keadaan ini dapat mengakibatkan penurunan pada perfusi organ. Jika ruang intravaskuler tidak diisi kembali dengan cairan intravena maka shock hipovolemik dan ancaman kematian bagi penderita luka bakar yang luas dapat terjadi.

Kurang lebih 18-36 jam setelah luka bakar, permeabilitas kapiler menurun, tetapi tidak mencapai keadaan normal sampai 2 atau 3 minggu setelah injuri. Kardiac output kembali normal dan kemudian meningkat untuk memenuhi kebutuhan hipermetabolik tubuh kira-kira 24 jam setelah luka bakar. Perubahan pada kardiak output ini terjadi sebelum kadar volume sirkulasi intravena kembali menjadi normal. Pada awalnya terjadi kenaikan hematokrit yang kemudian menurun sampai di bawah normal dalam 3-4 hari setelah luka bakar karena kehilangan sel darah merah dan kerusakan yang terjadi pada waktu injuri. Tubuh kemudian mereabsorbsi cairan edema dan diuresis cairan dalam 2-3 minggu berikutnya.



Referensi

Rahayuningtyas,Tutik.2012.Penatalaksanaan Luka Bakar.Profesi.Vol  08.hal 2